Posts

Besok 2023

Image
     Desember 2022. Bulan terakhir di tahun ini menyambut saya dengan tekelan kehidupan, keras dan menantang. Kali ini saya tersandung takdir di desa Bahomakmur, kecamatan Bahodopi, kabupaten Morowali. Desa yang mirip dengan suasana perkotaan, pemandangan lalu lalang kendaraan yang padat bersalip-salip di jalanan sempit, menciptakan asap tebal terkepal menumbuk paru yang tidak terbiasa dengan padatnya gas karbon dan debu.      Tidak terasa setahun telah berlalu sejak saya menulis sedikit tentang resolusi tahun 2022. Melihat kebelakang, banyak cerita yang tertumpuk. Kumpulan momen yang terekam maupun yang tidak terekam kamera. Banyak yang dimulai, selesai, dan terbengkalai. Banyak yang pergi dan kehilangan. Namun, banyak juga yang mencoba untuk bangkit dan tegar kembali. Kali ini tidak sama seperti tahun kemarin, saya mulai membuat resolusi tahun 2023, walau kemungkinan tidak tercapainya juga besar.       Kerja, kerja, kerja. Itulah motiv...

Kamera rusak

Image
       Sampai hari ini, Foto terakhir yang saya ambil dengan HP adalah pada tahun 2019. Dokumentasi gambar saat sedang di ruang operasi. Sisanya sampai sekarang adalah gambar jepretan layar atau foto-foto yang saya simpan dari grup Whats app, Telegram, dan sebagainya.      Kamera yang rusak sebenarnya tidak masalah bagi saya. Saya jarang untuk foto selfie, atau membagikan foto di instagram. Kalaupun untuk dokumentasi berkas saya selalu minta tolong dijepret pakai HP istri atau HP teman lain yang disekitar. Mungkin masalahnya cuma satu saja. Sulit untuk memindai kode bar kalau masuk mall dan bandara. Tapi jarang juga saya ke sana. Sampai…      13 Agustus 2022. Hari terakhir saya di Palu. Dalam rangka mengikuti satu pelatihan yang penting. Dari tanggal 10 saya sampai, sekitar sehari perjalanan. Dalam kurang lebih 3 hari saya disini, tidak ada satupun dokumentasi yang saya ambil. Mulai dari momen saat saya naik bus, saat bertemu dengan tema...

Dzuhur waktu itu

Image
     Siang kemarin, entah berapa hari yang lalu. Pokoknya belum lama lah. Waktu itu saya sedang naik sepeda. Sepeda lipat punya adek yang dibeli dengan harga murah. Mumpung lagi diskon besar di A*E Hardware. Mau pergi sholat Dzuhur di masjid kampung sebelah. Jalan kesana sebenarnya tidak jauh, hanya saja harus menyeberang jalan utama. Banyak kendaraaan yang lalu lalang.        Dengan pelan saya mengayuh pedal sepeda. Gigi 1. Entah kenapa, saya sukanya mengayuh pedal dengan sudut paha dilebarkan. Masing-masing lutut menghadap ke sisi lateral. Dengan bahu menopang badan yang condong ke depan, memang tampak seperti orang malas. Tapi percayalah, bukan karena saya malas, hanya nyaman saja seperti itu. Sepeda itu melaju pelan, tiba-tiba ada teriakan dari arah depan.      “OM! Standar!”      Saya melihat ke arah belakang, sambil memanjangkan kaki meraih standar untuk dinaikkan dan membungkukkan kepala bahasa terima kasih kepada...

Si Pejuang Harian

Image
     Rabu. Maret. 2022. Hari ini saya mengajak istri jalan jalan sore. Ke tempat yang sama. Jembatan Soekarno. Target kami melihat matahari terbenam. Mumpung lagi cerah. Akhir-akhir ini angin kencang bertiup dan hujan bertubi. Seringkali banjir dan longsor. Cuaca sedang tidak bersahabat. Agak sulit mencari momen ini. Tambah lagi dengan kesibukan kami berdua yang sering kali diserang rasa capek pulang kerja.          Dalam perjalanan, istri saya minta dibelikan pisang goreng di depan warkop Kemang. Pisang goreng stik, yang rasanya cukup asin bagi saya, tambah lagi dengan dabu-dabunya yang lebih asin, membuat mulut terasa mouthfull, sensasi rasa yang cukup disukai istri saya yang pemilih. Saya hanya pesan saraba, minuman jahe pembangkit semangat plus susu kental manis.      Dekat kedai pisang ada bapak odong-odong. Usianya mungkin sekitar 40 tahunan. Kebingungan, mesin odong-odongnya bermasalah. Macet tidak mau bergerak. Tampak kering...

Besok 2022

Image
     Langit malam ini ribut dengan bunyi ledakan. Terang dengan kilat kembang api. Di jalan, motor di geber-geber meramaikan. Sahut menyahut klakson kendaraan yang kena macet. Bikin susah tidur. Istri saya dinas di IGD besok pagi.      Dar!  Dar!  Dar!      Itu petasan terakhir adik saya yang saya tembakkan. Ternyata asik juga. Terasa melegakan.      7 tahun lebih saya tidak ikut merayakan akhir tahun. Malas saja. Saya juga menganggap tidak ada yang perlu dirayakan. Pergantian tahun bukanlah hal spesial bagi saya. Besok hanyalah hari Sabtu.       Orang lain ada yang menulis resolusi tahun 2022. Itu bagus. Ada yang dikerjakan ada juga yang tidak. Ada yang tercapai ada juga yang tidak. Saya pernah membuat resolusi setahun, dan saya lupa seminggu berikutnya. Metodenya tidak cocok untuk saya.      Kesan tahun 2021?      Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Masih sama denga...

Kerja

Image
       7.00.       Ping. Ping. Ping. Bunyi pemberitahuan pesan baru.       “Izin lambat lagi teman-teman,”      “Santuy,”      “Okok,”      Jum’at. Hari yang singkat. Dengan kotoran mata yang masih melekat. Sudut pandang menjadi tersekat. mata tersayup-sayup masih    membusuk. Gravitasi dan bantal membuat mulut terkantuk-kantuk. Memaksa raga bersantai di pulau kapuk.       Padahal sudah waktunya    untuk mandi. Namun AC yang bertiup dingin sekali. Membuat hati tak berambisi. Walau si Johny tegap berdiri.      7.30.       Alarm sejam lalu terus berbunyi. Membangunkan pemiliknya yang masih bermimpi. Apalagi hujan rintik-rintik ini. Seakan berbisik untuk tetap mati suri.       Tinggal setengah jam lagi masuk kerja. Tapi mata baru saja membuka. Dengan pandangan yang masih hampa. Memandang langi...

Ledakan akhir tahun

Image
    Akhir tahun 2021. Langit bukan dihiasi kembang api yang berwarna warni. Melainkan ledakan maut dari salah satu fondasi bumi yang menjulang 3767 mdpl. Tidak mampu si gunung menahan muntahan isi perutnya. Kepulan awan hitam nan panas keluar mencapai langit. Menyelimuti langit biru kala itu. Lelehan lendir bumi berwarna merah mengalir mengikuti gravitasi. Membakar seluruh kampung yang ada di kaki-kakinya.      Kejadiannya baru 4 hari lalu. Tanggal 4 Desember 2021. Amukan Semeru memporak porandakan pijakannya. Tidak ada yang sebelumnya memprediksi. Datang secara tiba-tiba. Katanya memang sudah sering terasa gempa kecil. Tapi siapa yg menyangka waktu itu Semeru sudah memperingati. Akhirnya 13 orang menjadi korban dalam laporan awal. Ditemukan terkubur dalam puing dan tanah. Termasuk pasangan ibu anak yang menjadi berita. Tentang ibunya yang sudah tidak bisa berjalan dan anaknya yang tidak kuasa meninggalkan ibunya. Keduanya menemui ajal. Ditemukan terkubur d...