Posts

Mencicipi kemiskinan

Image
  Dalam 29 tahun saya hidup, dan sebagai anak pertama dari empat bersaudara, saya pernah merasakan kehidupan yang secara ekonomi pas-pasan. Itu kata orang. Saya meyakini itulah kemiskinan. Salah satu momen paling lama yang bisa saya ingat adalah betapa sering Ibu kasbon di warung depan kantor kecamatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kasbon, pada masa itu, saya hanyalah anak polos yang belum mengerti apa-apa. Ketika beranjak dewasa barulah paham, kasbon adalah kata yang lebih halus untuk berhutang.  Waktu berjalan cepat bagi saya yang masih kecil, masa-masa itu terasa begitu singkat. Memorinya bahkan bisa dihitung dengan jari, mungkin akan berkurang seiring waktu. Setelah Ibu menderita aphasia motorik, tidak ada lagi teman atau saudara yang bisa berbagi cerita yang sama. Hanya Ibu yang mampu menceritakan masa-masa itu dengan sangat jelas. Ibu adalah seorang pencerita yang sangat baik. Kehidupan keluarga kami tidak selamanya susah. Pada akhirnya, Ayah saya yang tadinya me...

Pilihan Terakhir

Image
     Dalam sehari, sebuah Puskesmas dapat melayani sekitar 50 kunjungan, dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Keluhan tiap mereka beragam, karakter mereka juga lebih beragam. Berpapasan, bertegur sapa, dan menanyakan keluhan kadang kala menjadi hal yang menantang batin, menjaga emosi menjadi lebih sulit dari memahami proses siklus Krebs. Keseharian saya selalu berkutat dengan beragam macam karakter pasien, ada yang langsung marah, emosian, ada yang panik mengeluh sudah mau mati, ada yang diam tak peduli, ditanya tak menjawab, ada pula yang tiba-tiba akrab bak teman lama, dan yang paling menyebalkan adalah pasien yang jawabnya iya-iya saja tapi tidak mengerti sama sekali setelah 10 menit lamanya saya ceramah, ternyata hanya paham bahasa daerah. Tentu saja, batas kesabaran saya bisa habis dan keluarlah nada suara dan gaya bicara yang tidak mengenakkan di telinga saya dan orang lain. Saya menyadari, proses ini adalah bagian dalam menjalankan tugas profesi saya, ya na...

Keajaiban

Image
Seperti yang orang lain tau, menjadi dokter merupakan keistimewaan yang tidak semua orang bisa memilikinya. Hanya segelintir manusia di dunia ini yang bisa membuka pintu untuk masuk ke dimensi ruang penuh darah, ruang yang diselimuti dengan segala emosi manusia, dan ruang penuh harap dan doa. Dokter memiliki kesempatan melihat canggihnya tubuh manusia, melihat kompleksnya sistem organ, memiliki akses legal untuk memodifikasi kerja tubuh serta ilmu untuk memperbaikinya jika ada sesuatu yang salah. Dokter juga menjadi saksi akan “keajaiban” yang kerap datang ke ruangan ini. Bagi saya pribadi “keajaiban” itu datang dari Tuhan, tapi Tuhan menginginkan kita bisa mencari tau asbab musabab “keajaiban” itu. “Keajaiban” dalam dunia kedokteran sering diartikan sebagai segala hal yang terjadi yang berada di luar segala konsep kemungkinan yang telah dibayangkan. Contohnya seperti pasien yang seketika membaik menembus angka kecil dalam presentase survival rate sebuah penyakit. “Keajaiban” dalam dun...

Dijemput Takdir

Image
  Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya juga turut meramaikan penutupan tahun, dengan bercerita. Tahun ini seakan padat, penuh kesibukan juga tantangan. Pencapaian-pencapaian kecil dicicil, ada yang terhutang dan juga ada yang terbayar lunas. Gambaran masa depan masih berupa sketsa, tergores dengan pensil yang mungkin masih bisa dihapus dan dibenahi. Tapi ada yang berubah, saya kian menikmati indahnya melukis segaris demi segaris di kanvas yang kecil, sambil tetap menabung untuk membeli kanvas yang besar itu. Banyak terkumpul cerita baru, cerita orang yang pertama kali saya temui, kisah orang lama yang direunikan kembali, menambah beberapa paragraf dan bab di tahun yang terasa singkat ini. Tahun ini tak buruk, tak buruk sama sekali. Doa agar jadi orang kaya, punya rumah mewah, mobil banyak, juga sekolah yang tinggi itu belum terkabulkan, tapi tentang hidup layak dan keinginan untuk berjuang masih ada, terpelihara oleh Tuhan. Doa yang selama ini kami panjatkan perlahan-lahan dijawab ...

Manusia Goa

Image
  Sejak saya kecil, banyak orang berkata kalau saya adalah anak yang pendiam, jarang berbicara, lebih suka menyendiri, dan anak yang penurut, gampang diatur. Semua yang mereka katakan itu benar, saya tidak menyangkalnya. Bahkan saat kuliah pun, teman-teman saya bercanda dengan menjuluki saya manusi a go a , karena jarang sekali keluar kamar, bicara pun seadanya. Bagi saya, diam adalah cara untuk membatasi zona nyaman saya, berbicara itu menguras energi, mengikuti alur pembicaraan itu melelahkan, khawatir kalau salah bicara, takut menyinggung orang, dan pikiran-pikiran lain yang terlalu berlebihan sampai saya sulit memutuskan membuka mulut.  Walau sekarang pikiran itu sudah sedikit bisa saya kendalikan, tetap saja, terkadang akan ada waktu dimana sifat itu kambuh. Kata orang, itu adalah ciri seorang introvert. Semenjak ramai beberapa tahun lalu tentang self diagnosis tipe kepribadian, saya sudah merasa kalau tipe kepribadian saya adalah memang introvert, tapi saya masih belum...

Baik-baik saja

Image
 

Hayes

Image
Memang cerita sukses bisa kita dapat dari mana saja. Contohnya semalam tadi, dalam mobil grandmax yang kaca depannya retak, dan suspensi mobil yang kasar membentak pohon perut tiap gagal menghindar lubang. Saya yang sedari tadi menengok arah jendela berhadapan dengan angin dan bergelut dengan mual, diajak ngobrol sopir rental itu. " Hari ini sebenarnya banyak penumpang yang mau naik," katanya. " Oh begitu bang," saya merespon seadanya. "Kalau tadi saya bawa Hayes, 16 orang itu sudah dimuat, cuma sayang, mau dipakai pemain bola ," " Oh iya," saya masih mencoba menerka dari dan mau kemana arah pembicaraan ini. " Komiu kalau ada 500, ambil saja 2 unit," " Apanya bang?," " Hayes," " Hayes apaan ya bang?," " Itu, mobil Hayes," " Ohh, Hi-Ace, Toyota Hi-Ace?," tanya saya mengkonfirmasi, akhirnya bisa nyambung. " Yaa, Hi-Ace!," " Kenapa memangnya bang?," " Saya tiap bula...