Posts

Keajaiban

Image
Seperti yang orang lain tau, menjadi dokter merupakan keistimewaan yang tidak semua orang bisa memilikinya. Hanya segelintir manusia di dunia ini yang bisa membuka pintu untuk masuk ke dimensi ruang penuh darah, ruang yang diselimuti dengan segala emosi manusia, dan ruang penuh harap dan doa. Dokter memiliki kesempatan melihat canggihnya tubuh manusia, melihat kompleksnya sistem organ, memiliki akses legal untuk memodifikasi kerja tubuh serta ilmu untuk memperbaikinya jika ada sesuatu yang salah. Dokter juga menjadi saksi akan “keajaiban” yang kerap datang ke ruangan ini. Bagi saya pribadi “keajaiban” itu datang dari Tuhan, tapi Tuhan menginginkan kita bisa mencari tau asbab musabab “keajaiban” itu. “Keajaiban” dalam dunia kedokteran sering diartikan sebagai segala hal yang terjadi yang berada di luar segala konsep kemungkinan yang telah dibayangkan. Contohnya seperti pasien yang seketika membaik menembus angka kecil dalam presentase survival rate sebuah penyakit. “Keajaiban” dalam dun...

Dijemput Takdir

Image
  Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya juga turut meramaikan penutupan tahun, dengan bercerita. Tahun ini seakan padat, penuh kesibukan juga tantangan. Pencapaian-pencapaian kecil dicicil, ada yang terhutang dan juga ada yang terbayar lunas. Gambaran masa depan masih berupa sketsa, tergores dengan pensil yang mungkin masih bisa dihapus dan dibenahi. Tapi ada yang berubah, saya kian menikmati indahnya melukis segaris demi segaris di kanvas yang kecil, sambil tetap menabung untuk membeli kanvas yang besar itu. Banyak terkumpul cerita baru, cerita orang yang pertama kali saya temui, kisah orang lama yang direunikan kembali, menambah beberapa paragraf dan bab di tahun yang terasa singkat ini. Tahun ini tak buruk, tak buruk sama sekali. Doa agar jadi orang kaya, punya rumah mewah, mobil banyak, juga sekolah yang tinggi itu belum terkabulkan, tapi tentang hidup layak dan keinginan untuk berjuang masih ada, terpelihara oleh Tuhan. Doa yang selama ini kami panjatkan perlahan-lahan dijawab ...

Manusia Goa

Image
  Sejak saya kecil, banyak orang berkata kalau saya adalah anak yang pendiam, jarang berbicara, lebih suka menyendiri, dan anak yang penurut, gampang diatur. Semua yang mereka katakan itu benar, saya tidak menyangkalnya. Bahkan saat kuliah pun, teman-teman saya bercanda dengan menjuluki saya manusi a go a , karena jarang sekali keluar kamar, bicara pun seadanya. Bagi saya, diam adalah cara untuk membatasi zona nyaman saya, berbicara itu menguras energi, mengikuti alur pembicaraan itu melelahkan, khawatir kalau salah bicara, takut menyinggung orang, dan pikiran-pikiran lain yang terlalu berlebihan sampai saya sulit memutuskan membuka mulut.  Walau sekarang pikiran itu sudah sedikit bisa saya kendalikan, tetap saja, terkadang akan ada waktu dimana sifat itu kambuh. Kata orang, itu adalah ciri seorang introvert. Semenjak ramai beberapa tahun lalu tentang self diagnosis tipe kepribadian, saya sudah merasa kalau tipe kepribadian saya adalah memang introvert, tapi saya masih belum...

Baik-baik saja

Image
 

Hayes

Image
Memang cerita sukses bisa kita dapat dari mana saja. Contohnya semalam tadi, dalam mobil grandmax yang kaca depannya retak, dan suspensi mobil yang kasar membentak pohon perut tiap gagal menghindar lubang. Saya yang sedari tadi menengok arah jendela berhadapan dengan angin dan bergelut dengan mual, diajak ngobrol sopir rental itu. " Hari ini sebenarnya banyak penumpang yang mau naik," katanya. " Oh begitu bang," saya merespon seadanya. "Kalau tadi saya bawa Hayes, 16 orang itu sudah dimuat, cuma sayang, mau dipakai pemain bola ," " Oh iya," saya masih mencoba menerka dari dan mau kemana arah pembicaraan ini. " Komiu kalau ada 500, ambil saja 2 unit," " Apanya bang?," " Hayes," " Hayes apaan ya bang?," " Itu, mobil Hayes," " Ohh, Hi-Ace, Toyota Hi-Ace?," tanya saya mengkonfirmasi, akhirnya bisa nyambung. " Yaa, Hi-Ace!," " Kenapa memangnya bang?," " Saya tiap bula...

Malu dihadapan Tuhan

Image
Suara knalpot bocor dan siraman mentari pagi kembali dan kembali menarik jiwa saya yang selalu tertinggal 305 kilometer dibelakang. Pemandangan kota penuh keramaian, gedung-gedung bertingkat, hingga hiruk-pikuk kesibukan kota bahkan tak mampu mengisi hati saya yang kosong, bagai ember berlubang yang diisi air, bocor airnya kesana kemari, membasahi kedua mata, membanjiri rongga hidung, dan keluar menjadi ingus. Tidak pernah saya menyangka saya se-sentimental ini. Menjadi dewasa dan mengemban tanggung jawab, menjalani hidup sebagai seorang laki-laki, suami, dan Ayah, sambil nyambi menjadi seorang pemimpi. "Mimpilah yang tinggi, tinggi setinggi-tingginya", kata Ibu, "karena Ibu hanyalah seorang ibu, mimpi Ibu tidak menjadi nyata, Ibu tidak mendapatkan kesempatan", katanya lagi sambil mengeluarkan air mata haru melihat saya pertama kalinya dipanggil sebagai dokter di depan banyak anggota keluarga lain di hari saya bersumpah profesi, disampingnya, Ayah saya yang juga me...

Jalan-jalan di perjalanan baru

Image
Setiap awal perjalanan saya di tempat yang baru pasti akan selalu diuji dengan ragam keterbatasan. Tipisnya dompet dan sempitnya ruang gerak menjadi beberapa dari banyak ujian keterbatasan itu, dan saya sangat sadar bahwa itu sudah sepaket dalam sebuah risiko pilihan hidup. Saya memilih, dan sekarang saya menjalani. Namun, Tuhan memberikan kita ujian karena Ia tau bahwa kita mampu dan bisa mendapatkan pelajaran dan makna dari itu semua. Januari 2025. Saya memilih untuk melanjutkan perjalanan ke Gorontalo. Pilihan yang bahkan sampai sekarang mengundang tanya banyak orang. Teman, rekan kerja, mertua, bahkan saya sendiri. 5W1H beruntun keluar dari mulut mereka, dan hampir semuanya hanya bisa saya jawab dengan "Tuhan pasti akan berikan jalan kalau itu sudah rezeki saya", ambigu, abu-abu. Hari ini, saya duduk termenung, berteduh melihat hujan yang hampir tiap hari membasahi tana h kot a ini. Sudah kayaknya hampir 5 kilometer saya berjalan di sepanjang trotoar entah mau kemana. Be...