Posts

Dzuhur waktu itu

Image
     Siang kemarin, entah berapa hari yang lalu. Pokoknya belum lama lah. Waktu itu saya sedang naik sepeda. Sepeda lipat punya adek yang dibeli dengan harga murah. Mumpung lagi diskon besar di A*E Hardware. Mau pergi sholat Dzuhur di masjid kampung sebelah. Jalan kesana sebenarnya tidak jauh, hanya saja harus menyeberang jalan utama. Banyak kendaraaan yang lalu lalang.        Dengan pelan saya mengayuh pedal sepeda. Gigi 1. Entah kenapa, saya sukanya mengayuh pedal dengan sudut paha dilebarkan. Masing-masing lutut menghadap ke sisi lateral. Dengan bahu menopang badan yang condong ke depan, memang tampak seperti orang malas. Tapi percayalah, bukan karena saya malas, hanya nyaman saja seperti itu. Sepeda itu melaju pelan, tiba-tiba ada teriakan dari arah depan.      “OM! Standar!”      Saya melihat ke arah belakang, sambil memanjangkan kaki meraih standar untuk dinaikkan dan membungkukkan kepala bahasa terima kasih kepada...

Si Pejuang Harian

Image
     Rabu. Maret. 2022. Hari ini saya mengajak istri jalan jalan sore. Ke tempat yang sama. Jembatan Soekarno. Target kami melihat matahari terbenam. Mumpung lagi cerah. Akhir-akhir ini angin kencang bertiup dan hujan bertubi. Seringkali banjir dan longsor. Cuaca sedang tidak bersahabat. Agak sulit mencari momen ini. Tambah lagi dengan kesibukan kami berdua yang sering kali diserang rasa capek pulang kerja.          Dalam perjalanan, istri saya minta dibelikan pisang goreng di depan warkop Kemang. Pisang goreng stik, yang rasanya cukup asin bagi saya, tambah lagi dengan dabu-dabunya yang lebih asin, membuat mulut terasa mouthfull, sensasi rasa yang cukup disukai istri saya yang pemilih. Saya hanya pesan saraba, minuman jahe pembangkit semangat plus susu kental manis.      Dekat kedai pisang ada bapak odong-odong. Usianya mungkin sekitar 40 tahunan. Kebingungan, mesin odong-odongnya bermasalah. Macet tidak mau bergerak. Tampak kering...

Besok 2022

Image
     Langit malam ini ribut dengan bunyi ledakan. Terang dengan kilat kembang api. Di jalan, motor di geber-geber meramaikan. Sahut menyahut klakson kendaraan yang kena macet. Bikin susah tidur. Istri saya dinas di IGD besok pagi.      Dar!  Dar!  Dar!      Itu petasan terakhir adik saya yang saya tembakkan. Ternyata asik juga. Terasa melegakan.      7 tahun lebih saya tidak ikut merayakan akhir tahun. Malas saja. Saya juga menganggap tidak ada yang perlu dirayakan. Pergantian tahun bukanlah hal spesial bagi saya. Besok hanyalah hari Sabtu.       Orang lain ada yang menulis resolusi tahun 2022. Itu bagus. Ada yang dikerjakan ada juga yang tidak. Ada yang tercapai ada juga yang tidak. Saya pernah membuat resolusi setahun, dan saya lupa seminggu berikutnya. Metodenya tidak cocok untuk saya.      Kesan tahun 2021?      Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Masih sama denga...

Kerja

Image
       7.00.       Ping. Ping. Ping. Bunyi pemberitahuan pesan baru.       “Izin lambat lagi teman-teman,”      “Santuy,”      “Okok,”      Jum’at. Hari yang singkat. Dengan kotoran mata yang masih melekat. Sudut pandang menjadi tersekat. mata tersayup-sayup masih    membusuk. Gravitasi dan bantal membuat mulut terkantuk-kantuk. Memaksa raga bersantai di pulau kapuk.       Padahal sudah waktunya    untuk mandi. Namun AC yang bertiup dingin sekali. Membuat hati tak berambisi. Walau si Johny tegap berdiri.      7.30.       Alarm sejam lalu terus berbunyi. Membangunkan pemiliknya yang masih bermimpi. Apalagi hujan rintik-rintik ini. Seakan berbisik untuk tetap mati suri.       Tinggal setengah jam lagi masuk kerja. Tapi mata baru saja membuka. Dengan pandangan yang masih hampa. Memandang langi...

Ledakan akhir tahun

Image
    Akhir tahun 2021. Langit bukan dihiasi kembang api yang berwarna warni. Melainkan ledakan maut dari salah satu fondasi bumi yang menjulang 3767 mdpl. Tidak mampu si gunung menahan muntahan isi perutnya. Kepulan awan hitam nan panas keluar mencapai langit. Menyelimuti langit biru kala itu. Lelehan lendir bumi berwarna merah mengalir mengikuti gravitasi. Membakar seluruh kampung yang ada di kaki-kakinya.      Kejadiannya baru 4 hari lalu. Tanggal 4 Desember 2021. Amukan Semeru memporak porandakan pijakannya. Tidak ada yang sebelumnya memprediksi. Datang secara tiba-tiba. Katanya memang sudah sering terasa gempa kecil. Tapi siapa yg menyangka waktu itu Semeru sudah memperingati. Akhirnya 13 orang menjadi korban dalam laporan awal. Ditemukan terkubur dalam puing dan tanah. Termasuk pasangan ibu anak yang menjadi berita. Tentang ibunya yang sudah tidak bisa berjalan dan anaknya yang tidak kuasa meninggalkan ibunya. Keduanya menemui ajal. Ditemukan terkubur d...

Sebulan di Jakarta

Image
    Awal Juni. 2021. Tampakan kota Jakarta hari itu sungguh jelas terlihat dari dalam pesawat. Jelas dengan polusinya yang berperan sebagai filter bak aplikasi fotografi. Membuat kesan pemandangan saat itu dibilang cukup estetik. Jarak pandang yang terlihat dari jendela pesawat tidak jauh, mungkin sekitar 5 km. Lewat dari jarak itu sudah diselimuti polusi nan tebal. Awalnya saya mengira ini adalah kabut ataupun juga awan mendung, tapi hal itu kian jelas saat saya keluar dari bandara dan melihat langsung dari permukaan. Yup, polusi.      Jakarta kota metropolitan. Kesan pertama, kota ini sangat sibuk. Rata-rata penduduknya adalah pekerja kantoran yang masuk jam 8 dan keluar jam 8 juga. Malam. Situasi jalanan sangat padat dengan kendaraan apalagi saat pagi dan sore. Waktu mereka datang dan pulang kerja. Bahkan tol yang notabene solusi kemacetan bisa penuh dengan mobil pada hari-hari tertentu. Memang, kemacetan adalah salah satu masalah besar di kota ini. Mas...

Tiba-tiba Covid

Image
    Juni. 2021. Cuaca kota Jakarta hari ini cerah. Secerah angka covid-19 yang meningkat. Bulan ini adalah bulan yang amat berat bagi kita semua. Apalagi para tenaga kesehatan. Klaster kedua sementara menyerang. Klinik-klinik penuh dengan pasien. Takut ke rumah sakit. Kenapa? Sebenarnya bukan takut. Mereka tidak bisa. Rumah sakit sekarang penuh dengan covid. Pasien tidak kebagian bed, bahkan sekarang bukan kebagian bed lagi, tidak kebagian ruangan! Pemandangan di parkiran rumah sakit penuh dengan pasien. Pasien yang berdiri, pasien yang baring di ekstra bed, sampai pasien yang beralaskan tikar, hanya meringis kesakitan di dalam tenda-tenda darurat.       Dokter umum yang kerja di klinik pun merasakan beban yang sama. Saya salah satunya. Mendapat kerja di klinik area perbatasan Tangerang-Jaksel. Pasien yang datang ke klinik ini ramai sejak paska lebaran. Sehari bisa sampai lebih 200 pasien yang periksa ke dokter.  Dimana dalam sehari dibagi dalam t...